#AmazingRace2016; Cerita Cemara

Saat mendengar Relawan4Life akan mengadakan Amazing Race, saya langsung tertarik dan ingin ikut serta. Karena sebelumnya saya pernah mengikuti acara serupa tiga tahun lalu. Meskipun harus berjalan jauh tapi terasa seru, itulah sebabnya saya ingin merasakannya lagi.

Tapi ternyata Amazing Race kali ini cukup berbeda, karena pembagian kelompok dibuat secara acak. Ada beberapa kelompok yang belum kenal dan bahkan baru pertama kali bertemu pada saat itu, seperti kelompok saya, kelompok cemara. Kebetulan anggota kelompok cemara berjumlah tiga orang, dua laki-laki dan satu perempuan yaitu saya. Saya pikir akan jadi sulit saat kita satu kelompok dan tidak saling kenal, terlebih lagi saya perempuan satu-satunya.

Tapi ternyata itu tidak terjadi, karena sebelum keberangkatan ada ice breaking terlebih dahulu, jadi sedikit banyak bisa kenal dengan anggota lain.

Saatya berangkat…!!

Pos pertama kita melakukan tiga misi, karena kita memilih jawaban yang salah dua kali berturut-turut. Itu sebabnya kita jadi yang terakhir menyelesaikan misi di pos 1, tapi bukan masalah karena segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Saat di pos kedua kita kesulitan menemukan posnya. Kita berpikir ada disekitar Taman Kencana, jadilah kita muter-muter disekitaran Taman Kencana. Setelah lama mencari dan gak ketemu akhirnya kita berkumpul dengan tiga kelompok lain yang juga mencari pos 2 yang tak kunjung ditemukan. Sampai akhirnya ada satu kelompok yang menemukan pos tersebut dan kitapun mengikutinya. Misi di pos ini yaitu menjual stiker yang hasil penjualannya akan dibelikan bibit pohon untuk ditanam di hulu Cisadane, tepatnya di Kampung Ciwaluh. Karena lagi dan lagi kita merupakan kelompok terakhir, jadi saat menjual stiker pun agak kesulitan karena rata-rata yang kita tawari stiker bilang “Dari TreesForlife ya..? udah beli tadi” alhasil kita hanya bisa menjual tiga stiker ( Rp. 15.000 ) plus -7 poin, karena melewati batas waktu. Lengkap sudah.

Berlanjut ke pos tiga yang berada di Taman Heulang. Petunjuk jalan kelompok kami yaitu Iqbal, berinisiatif untuk mencari jalan pintas, cukup jauh jalan yang ditempuh dan sepanjang perjalanan kelompok cemara tidak banyak bicara, hanya kaki saja yang lebih banyak melangkah, sampai saya berpikir kelompok ini unik, kelompok pendiam tapi saling melengkapi, hehe.

Akhirnya kita sampai juga di pos 3, saat itu saya melihat ember berisi air yang di dalamnya ada gelas dan kita diberikan koin. Saat itu saya langsung mengingat Running Man ( salah satu variety show di Korea ). Dan ternyata benar, kita harus memasukkan koin ke dalam gelas tersebut. Kelompok cemara berhasil memasukkan 7 dari 10 koin, dan yang paling banyak memasukkan adalah Wawan yaitu 6 koin. Sebagai hukuman untuk koin yang tidak masuk adalah mencari korban untuk berfoto bersama dan menguploadnya langsung di akun sosmednya masing-masing dengan #Relawan4Life #AmazingRace2016 #HariBumi2016 #TreesForLife. Setelah misi selesai, kita menjadi kelompok ketiga yang berhasil ke pos selanjutnya, tapi ternyata belum selesai sampai disitu, sebelum berangkat kita harus memilih kartu baik dan kartu jahat dan kita mendapatkan kartu jahat yang mengharuskan kita membuka sepatu dan berjalan beralaskan aspal yang amat sangat panas, menuju ke pos empat yang berada di Taman Peranginan.

Saat perjalanan ke pos empat kita beberapa kali menyebrangi jalan demi mencari sisi yang lebih teduh. Sesampainya di Taman Peranginan kita mendapat misi untuk mencari tahu harga nasi pepes hitam yang berada di Food Court Jogja Junction, masih dengan kaki yang tanpa sepatu, yeay.

Setelah mission complette kita lanjut ke pos lima yang berada di Taman Malabar. Lagi-lagi kita mencari jalan pintas, sepanjang perjalanan kita berpikir akan dibelikan apa uang 15 ribu yang merupakan reward dari penjualan stiker sebagai uang makan kelompok, sampai tiba di pos lima kita masih bingung dan alhasil kita tidak sempat makan siang.

Di pos 5 kita diberikan kotak yang di gembok dan harus memecahkan kodenya pada keyboard yang sudah disediakan, karena kita mencari tanda %  pada keyboard dan tidak ada, itu cukup menghambat. Akhirnya kita disusul oleh kelompok Kaliandra, karena kita agak lama memecahkan kode tersebut.

Akhirnya semua misi terselesaikan, saat perjalanan menuju pos akhir tenaga saya serasa terkuras, langkah kakipun melemah dan saya selalu berada di belakang. Sampai-sampai kedua laki-laki anggota kelompok saya sering menengok ke belakang, entah memastikan saya masih ada atau sebenarnya ingin berseru ‘ayo buruan!’ hee. Terima kasih teman-teman sudah mau menyempatkan menengok ke belakang dan sesekali menunggu saya. Dan maaf kalau saya meghambat perjalanan.

Alhasil kelompok cemara menjadi kelompok ke empat yang sampai di pos terakhir yang berada di basecamp RelawanForLife.

 

Teks: Dewi Agustini

Foto: Erik Suhana & Manda

Iklan

#AmazingRace with Amazing Team

Halo, aku Lulu dari Relawan4life. Hari minggu kemarin, tanggal 24 April 2016 Relawan4Life ngadain acara amazing race yang bertema Trees4Life. Secara pribadi aku baru pertama kali ikut amazing race, yang katanya bikin capek tapi seru. Semua peserta kumpul di sekretariat R4L, peserta dibagi jadi beberapa tim, nah aku masuk di tim Cendana namanya. Di tim ini ada 4 orang anggota, ada Aku, Teh Patimah, Ismat, dan Shidiq. Ini adalah kali pertama aku ketemu sama Teh Patimah dan Ismat, tak disangka mereka itu orang-orang hebat. Dan Amazing Race dimulai dari sini…

Setelah disuguhkan beberapa permainan dan perkenalan semua peserta, mulailah misi di pos 1. Kita disuruh jawab pertanyaan, tapi sebelum jawab dikasih misi dulu. Misinya itu aneh-aneh deh, nyari nomer telfon badut sulap yang ditempel di tiang listrik, nah lari-lari deh tuh mulai nyari nomer badut sulap disekitar komplek. Setelah ketemu, dan HHC (re; harap-harap cemas) sama jawabannya antara benar dan salah. Setelah dicek nomernya itu betul, tapiiiiiiii jawaban pertanyaannya yang salah, dikasih deh misi selanjutnya buat nyari jawaban yang benar, misi kedua adalah berapa SIP dokter gigi Syafiq Al-Habsyi, nah lho! Nyari dimana tuh?! Akhirnya kita sekelompok nyari-nyari lagi, keliling komplek buat nyari praktek dokter gigi Syafiq, muter-muter nyari, dari blok ini ke blok selanjutnya tapi hasilnya nihil. Setelah kurang lebih satu jam nyari-nyari, nanya-nanya, barulah ketemu praktek dokter gigi Syafiq, lokasinya beda komplek dan lumayan jauh dari pos 1. Hmmm… capek duluan deh.

Jawabannya betul! selanjutnya kita dikasih peta dan clue buat sampai di pos 2 sambil milih 1 pohon buat dibawa selama perjalanan. Beruntungnya itu adalah, kita tim yang pertama kali keluar dari pos 1, jadi kita pilih pohon yang ukurannya paling kecil. Liat-liat peta deh cari pos 2, “Ah, ini sih pasti Taman Malabar deh” dengan PDnya bilang gitu setelah liat peta, eh tapi pas liat clue di kertas kecil itu urutan hurufnya “Taman Di Jalan Ceret” akhirnya kita nyari deh tuh jl. Ceret dimana, tapi kita jalan kearah Taman Malabar sesuai peta. Lagi nyari-nyari eh ketemu sama tim lain, mereka bilang di Taman Malabar itu sepi, ga ada orang. Otomatis kita langsung nyari lagi. Tetep nyarinya jl. Ceret, walaupun agak aneh juga sama nama jalannya tapi kita tetep mencari sambil nanya-nanya. Orang di pinggir jalan yang ditanya lokasi taman ceret itu pada bingung, semuanya seragam bilang ga ada jalan yang namanya Ceret. Ah tapi di kertas kecilnya kok jl. Ceret? Jl. Rumah Sakit I dan II udah kita lewatin, pas udah sampai deket kampus IPB Diploma, Shidiq baru nyadarin kalo itu bukan jl. Ceret, tapi jl. Ceremai Ujung! Ampun ampun deh ga bakal ketemu kalo kita tetep nyari jl. Ceret itu. Seneng deh tuh kita karena udah nemuin lokasinya, ditengah perjalanan ketemu tim lain, yang lagi nyari-nyari juga. Mereka jalan berlawanan arah sama jalan kita. Tapi kita pura-pura santai aja jalannya biar ga keduluan sampai di pos 2 hehe

Jalan terus deh sampai nemu pos 2, dan ternyata di pos 2 pun tim kita yang pertama kali sampai, di pos 2 itu kita disuruh jualan stiker, pergilah tim kita buat jual stiker, Aku dan Teh Patimah promosi stiker dengan ala-ala mbak-mbak SPG yang banyak ngomong sementara Ismat dan Shidiq lebih banyak diam tapi tetep ikut kita jualan, dengan waktu 17 menit kita bisa jual 14 stiker dengan harga satuannya Rp. 5000,-. Lumayan kan dapet banyak juga uangnya di pos 2. Selesai itu kita dikasih clue buat sampai di pos 3. Cluenya itu 20-1-13-1-14 8-5-21-12-1-14-7 pas lagi bingung-bingungnya itu angka-angka dibacanya gimana, eh Teh Patimah akhirnya menemukan jawabannya. Itu adalah angka-angkat dari urutan huruf dalam alphabet. Cepet-cepet deh tuh kita susun hurufnya. Ketemulah jawabannya “Taman Heulang” lokasi taman itu cukup jauh, akhirnya kita nanya sama bapak-bapak yang lagi duduk di depan rumahnya, kita nanya jalan tikus tercepat dan terdekat buat sampe ke Taman Heulang, dikasih tau deh sama beliau dan bonusnya itu kita sampai dibuatin peta sama bapak-bapak disana. Jalanannya lewat jalan pemukiman warga, gabisa masuk mobil, dan banyak tangga. Ada jembatan juga, namanya jembatan Lebak Pilar. Lebar jembatannya kira-kira cuma cukup 2 orang. Teh Patimah ngajak foto dulu nih disini, eh pas kita mau foto tiba-tiba ada motor dibelakang dan ngerasa diburu-buru, terjadilah kerempongan disana. Aku dan Teh Patimah ketawa-ketawa sambil mepet pinggiran jembatan buat ngasih motor itu lewat duluan. Asik!

Setelah lewat jembatan, kita disuguhkan anak tangga yang lumayan panjang. Ismat dan Sidiq mimpin didepan. Mereka masih maju terus pantang mundur, terutama Ismat yang kuatnya kebangetan. Aku dan Teh Patimah udah ngos-ngosan deh dibelakang sambil megangin kaki yang kayak mau putus, pegangan tangan erat banget saling ngasih kekuatan. Ah, keren deh pokoknya. Oh ya, Teh Patimah ini udah punya 4 orang anak lho. Awalnya kaget Teh Patimah udah bukan seumuran kita lagi. Tapi semangatnya beuhhhh jangan ditanya! Setelah tangga terakhir, kita lewatin gang sempit yang ternyata bawa kita muncul di Air Mancur. Wah lumayan juga ya, nerusin jalan deh kita sampe Taman Heulang.

Sampai di Taman Heulang. Hah capek! Panitia yang jaga pos 3 lagi makan soto yang keliatannya nikmat banget. Kita ganggu aja dengan minta cepet-cepet dikasih misi. Misinya disini itu masukin uang logam ke dalam gelas yang ditaruh didalam ember dengan air setengah ember itu. Masukin uang logamnya harus sejajar dengan dada. Logam yang ga masuk gelas itu dihitung sebagai hukuman. Hukumannya itu harus cari orang sebanyak logam yang gagal masuk untuk foto sama tim kita dan mereka harus upload fotonya di akun medsos mereka sendiri. Dan tim kita cuma masukin 3 dari 10 logam yang disediakan. Kebayang dong nyari berapa orang yang mau upload foto sama kita. Selesai misinya, kita disuruh ambil yang namanya kartu “Baik-Buruk”, Teh Patimah yang kita pilih buat ambil kartunya, dan ternyata dengan beruntungnya kita dapetin makanan. Asik banget Teh Patimah gak salah pilih. Dari pos 3 ke pos 4 ga ada clue yang berat. Perjalanan kita lewatin dengan santai, kita solat sambil makan dulu, baru deh lanjutin jalan ke pos 4.  Di pos 4 pun kita jadi yang pertama, misinya adalah menjawab 2 pertanyaan, pertanyaan pertama dijawab dengan mudah, pertanyaan kedua mesti pergi dulu ke Bogor Permai, masuk dan langsung ambil foto pegawai disana, beruntungnya gak di panggil dan dicurigain satpam. Kenapa kita ambil foto pegawainya, karena pertanyaannya adalah “Apa warna seragam pegawai Bogor Permai?”. Selesai di pos 4 itu langsung aja kita ke pos 5, dan lokasinya itu di Taman Malabar! Balik lagi ke lokasi pertama yang kita datengin.

bacd

Ditengah perjalanan udah hampir mau nyerah aja rasanya, kaki kayak dipaksa buat jalan terus ketempat yang dituju, padahal sehari-hari itu males banget jalan jauh, tapi hari itu entah kenapa kayak ada dorongan buat jalan, sempet berkali-kali istirahat, Aku yang paling banyak ngeluh, sampe dipegangin terus sama Teh Patimah biar tetep jalan, yang ga pernah ngeluh adalah Ismat, kuat banget dia, dia juga yang bawain tas yang isinya persediaan minum kita, pas aku tanya kenapa dia kuatnya sampai kebangetan, dengan bangganya Ismat jawab “Orang Ciwaluh!”. Keren!

Sampai di pos 5 kita disambut Kak Rahma, dan kita tim yang pertama sampai juga. Istirahat sebentar, setelah itu langsung aja kita minta apa misinya. Ternyata di pos terakhir ini mencari kunci yang cocok dengan kotak harta karun yang isinya adalah barang-barang berharga kita. Ada kata kuncinya, kata kunci yang aneh, ribet, dan udah males banget mikir. Kita dikasih kesempatan 3 kali buat nyobain kunci, mikir lama tuh buat pecahin kata kuncinya, kita cocokin kode-kode yang dikertas dan di keyboard yang disediain, kesempatan pertama kita pakai dengan milih kunci cuma pake feeling aja deh karena udah gabisa mikir lagi. Dan ternyata….. the power of feeling! Gembok terbuka cuma dengan satu kali mencoba. Langsung lah kegirangan tiada tara, liat kertas kecil yang perintahin kita buat menuju RMI, tanpa pikir panjang dan karena udah pengan cepet-cepet sampai tujuan, langsung aja kita pamit dari pos 5 menuju RMI.

Amazing race with amazing team, sekitar 15km jalan kaki, selesain misi, emosi, nyasar-nyasar, panas-panasan, cape-capean. Pertama kali ketemu Teh Patimah dan Ismat, satu tim sama yang hebat-hebat. Teh Patimah yang gercep (re; gerak cepat) banget, semangat banget, dengan tangan emasnya yang bawa keberuntungan, Ismat yang kuatnya kebangetan, ga ada capeknya, dan Shidiq yang selalu mimpin, jalannya berasa enteng banget karena dia kurus, satu tim lagi setelah di Cemara Green Camp 2015. Finally, we are the champion!

Salam, Tim Cendana.

 

Teks; Lulu Luthfia

Foto; Erik Suhana & Manda

Keseruan #AmazingRace2016

Ini pertama kalinya saya bisa join di acaranya Relawan4Life,  #Amazing Race 2016. Sebelumnya nggak tau konsep dari acaranya gimana, cara mainnya gimana, terus peraturannya apa aja, pokoknya mah have fun aja deh mikirnya. Kebetulan juga yang saranin ikut acara ini kan orang kesayangan, ada dia, jadi gapapa lah itung-itung bisa ketemuan hohoho. Pas hari-H masih ragu apa bakalan bisa ikut acara ini soalnya belum paham betul soal permainan, karena gak ikut technical meeting. Terbesit dipikiran kalo acaranya itu hampir sama kayak acara “Mission X” yang ada di sebuah tv swasta.

Saat sampai di sekretariat Relawan4Life, kakak-kakak dari “R4L”, sebutan pendek Relawan4Life, menyambut baik kedatangan saya.  Sebagian ada yang sudah kenal, sebagian baru kenal saat itu. Karena sambutannya hangat,  saya merasa seperti bagian dari mereka yang sibuk nyusun dan mempersiapkan acara, akhirnya saya pun ikut bantu-bantu sedikit hehehe.

Waktu pembagian tim, saya kebagian tim Kaliandra.  Saya satu tim dengan Kak Hani, Kak Mony dan Ajat. Saya berharap tim saya bisa jadi pemenang di permainan ini, dan semoga saya tidak menjadi beban bagi tim ini. Sebelum memulai permainan, kita melakukan perkenalan dan pemanasan supaya kita juga makin akrab satu sama lain. Nama permainannya lempar bola sebut nama.  Cara mainnya, bola dilemparkan kepada siapapun dan orang yang mendapatkan bola tersebut harus memperkenalkan diri, makanan kesukaan, dan idola yang dia kagumi.  Saat memainkan permainan ini, saya kembali merasa seperti bagian dari mereka, pokoknya mah seru pisan.

Di pos 1 rada sulit karena kita harus menebak/memilih luas Taman Nasional Gunung Halimun Salak.  Ada empat pilihan jawaban, dan setiap pilihan jawaban tersebut, ada kata sandi yang harus dipecahkan. Kami memilih jawaban A, lalu  dikasih clue untuk mencari SIP dokter gigi Syafik Al-Habsy. Karena kita juga kurang tau lokasi komplek sekitar situ, jadi kita rada kesusahan juga saat mencari tempat praktek dokter gigi tersebut. Tapi alhamdulillah, setelah sekian lama nyari ketemu juga akhirnya langsung deh kita kembali ke pos 1.

Setelah dari pos 1 kita dapet clue lagi untuk ke lokasi yang nantinya lokasi tersebut adalah letak dari pos 2. Dengan berbekal selembar peta sama clue yang kita punya, kita nekat nyari lokasinya. Saat itu tujuan kita ke Taman Malabar, muter2 Taman Malabar kok nggak ada bendera pos 2 kita juga udah muter-muter ke Taman Perlintasan juga nggak ada tanda-tanda dari panitia pos 2 kayaknya mah kita dijebak atau kita sendiri yang merasa menjebakkan diri.

Setelah berjam-jam muter-muter Taman Malabar dan Taman Perlintasan kita ketemu tim lain dan akhirnya terpecahkan juga clue menuju pos 2. Clue tersebut menunjukan kalo kita harus menuju Taman yang ada di Jalan Ciremai Ujung. Saat menuju pos 2, di Taman Kencana juga ada dua tim yang sedang kebingungan mencari pos 2. Disini dibutuhkan teamwork untuk bisa menemukan letak pos 2. Berhubung dari tiap tim perempuannya pada lelah akhirnya laki-lakinya saja yang kompak nyari letak pos 2.  Alhamdulillah akhirnya pos 2 berhasil ditemukan. Dari jauh saya langsung teriak untuk manggil  tim saya. Tapi cerobohnya, ternyata tim lain pun langsung ngikutin. Di pos tersebut kita dikasih tantangan untuk menjual stiker bertuliskan “Trees For Life” dengan harga Rp.5.000. Setiap stiker yang terjual, itu akan diganti dengan bibit tanaman yang nanti akan ditanam relawan di daerah hulu Sungai Cisadane.

Pos per pos telah  kita lewatin. Cerobohnya, waktu kita selesai dari pos 2, kita nggak cek kalo lembar pos card kita belum ditanda tangan oleh panitia yang ada di pos 2, dan saat itu kita udah jauh dari pos 2.  saat itu kita udah sampai di Taman Peranginan. Alhasil saya dan Ajat lari sekencang-kencangnya. Kita lari balik lagi ke pos 2 untuk minta tanda tangan panitia dan kita berdua ninggalin Kak Hani dan Kak Mony untuk stay disitu sembari melihat tim mana aja yang udah ninggalin tim kami. Sambil lari saya udah mulai ngerasain yang nggak enak sama kaki saya, tapi karena nggak mau merepotkan dan buang-buang waktu, jadinya saya terus lanjut lari.

Beres dari pos 2 dan pos card sudah ditanda tangani kita lanjut ke pos 3. Disitu saya menyemangati tim saya, khususnya kak Mony yang sudah mulai lelah untuk bisa lanjut terus jalan menuju Taman Heulang yang lokasinya lumayan jauh. Sesampainya disana kita dikasih games untuk bisa memasukan koin kedalam sebuah gelas yang gelas tersebut ada didalam ember berisi air.  Saya mampu memasukkan 3 dari 10 koin yang diberikan. Karena ada 7 koin yang gagal masuk gelas, artinya kita harus mencari 7 orang yang mau diajak foto yang nantinya orang tersebut harus memasukkan fotonya ke akun instagram miliknya dengan hastag #AmazingRaze2016, #TreesForLife, #Relawan4Life, dan #HariBumi2016. Alhamdulillah banyak yang mau walaupun ada juga yang nggak mau karena takut cuma nge-bala di akun socmednya. Tapi banyak yang peduli kok karena tim kita sekalian memperkenalkan Hari Bumi dan acara yang sedang kami lakukan. Semua senang semua antusias.

_MG_5651_MG_5704_MG_5708_MG_5745_MG_5751

Beres pos 3 kita lanjut ke pos 4 yang lokasinya da di Taman Peranginan. Di pos 3 dikasih reward kalo kita boleh memakai uang hasil penjualan stiker di pos 2 untuk dipakai makan siang. Karena lokasinya lumayan jauh jadinya kita cari warung nasi sembari kita istirahat juga. Beres makan kita lanjut ke pos 4 dengan tangan terikat. kita jadi pusat perhatian di jalan. Kembali disini saya merasa tim saya adalah tim yang terbaik walaupun kecil harapan untuk bisa menang. Sampai di pos 4 saya udah mulai ngerasa drop dan tim kita pun dikasih tantangan untuk menuliskan kode “melon golden”. Karena satu-satunya swalayan yang deket adalah Yogya Junction, yaudah kita langsung kesana dengan cepat.

Beres menulis kode melon tersebut kita kembali ke pos 4 dengan berlari kencang akhirnya saya pun jatuh karena kram yang saya alami. Ini cukup menyakitkan lebih dari sakit gigi, sakit perut, sakit hati. Pokoknya sakit-sakit apapun deh sakitnya gak ketulungan. Alhamdulillahnya panitianya pada care sama peserta sampai saya dapet pijet alternatif sementara dari kakak-kakaknya walaupun cuma bisa ngeredain sedikit sakitnya tapi alhamdulillah saya masih bisa lanjut, padahal saya juga disarankan untuk nggak usah lanjut ikut lomba tapi intinya mah kita berangkat berempat selesai lomba pun kita harus tetep berempat jadi saya mau terus lanjut walaupun jalannya terpincang-pincang.

Beres pos 4 kita ke pos terakhir yaitu pos 5 yang terletak di Taman Malabar. Berhubung kita juga udah tau lokasinya, jadinya kita langsung kesana dan disana kita sudah ditunggu oleh kakak-kakak panita. Kita dikasih tantangan untuk memilih minimal 3 kunci untuk membuka kotak yang berisi peralatan/perlengkapan yg kita punya, tapi sebelum membuka kotak tersebut dikotak itu ada kode-kode yang harus diterjemahkan yang nantinya hasil terjemahan tersebut berupa angka yang harus dijumlahkan dan hasil dari penjumlahan yang kita jumlahkan yaitu 71 tanpa basa-basi kita langsung ambil kunci nomer 71 dan Yess!! Alhamdulillah gemboknya terbuka.

Selesai dari pos 5 kita menuju skeretarian Relawan4Life. Walaupun tim kita nggak menjadi pemenang, minimal saya dan tim saya sudah memberikan kontribusi di permainan ini dengan baik. Tim kita masuk di posisi 3 besar itu aja udah alhamdulillah banget. Sampai di sekretariat, kita kembali kumpul dan melakukan evaluasi dari permainan yang seharian kita mainkan. Saya senang bisa ikut bermain di acara ini banyak pelajaran yang saya di dapet dari permainan ini. Mudah-mudahan di tahun yang akan datang acara yang keren ini bisa diadakan kembali tentunya dengan clue dan pos-pos yang lebih menantang dan harapan peserta banyak terwujud. Aamiin

 

Teks; Muhammad Ninto Nugroho

Foto; Erik Suhana

Setahun dan Selanjutnya

Dua weekend dalam bulan Maret, Relawan4Life menggelar 2 pertemuan relawan. Minggu ke-dua, refleksi setahun Relawan4Life berkarya. Sedang minggu ke-empat, merencanakan kegiatan setahun ke depan.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan beberapa bulan ke depan, diantaranya;

Event

  • Amazing Race [April 2016] dalam rangka peringatan hari bumi
  • Movie Screening [Mei 2016]
  • Bakti Sosial [Juni 2016]
  • Piknik Permainan Tradisional [Juli 2016]
  • ….

Regular

  • Berbagi ilmu dengan BBC (komunitas bahasa inggris di Kp. Lengkong, Bogor)
  • Berbagi buku
  • Kelas Internasional
  • Capacity Building Relawan
  • ….

 

Bagi yang tertarik untuk berpartisipasi, bisa langsung daftar di sini. Atau bisa langsung bergabung pada pertemuan selanjutnya pada 9 April 2016 di Sekretariat Relawan di Perumahan Bogor Baru Blok C1 No.12A Bogor.

See you!

 

#ShortCourse: Relawan Lingkungan untuk Perubahan Sosial

Tahukah kamu kalau kebakaran hutan yang terjadi selama tahun 2015 kemarin mengakibatkan kerugian 221T yang setara dengan pembangunan 170,000 gedung sekolah berbiaya 1,3M?

Seberapa sadarkah kita bahwa pembangunan di kawasan wisata Puncak yang sering kita nikmati saat akhir pekan itu berhubungan dengan banjir di daerah Manggarai, Jakarta?

Dan tahukah kamu apa hubungan antara madu yang diambil oleh Orang Rimba dengan memanjat pohon setinggi 30 meter di hutan-hutan di Jambi, dengan kisah kertas putih A4 yang kita pakai untuk menulis saat ini?

RMI didukung oleh Terre des Hommes Germany mengadakan Short Course “Relawan Lingkungan untuk Perubahan Sosial”
Bogor, 18-20 Maret 2016

Selama 3 hari ini, kamu yang tertarik untuk melakukan perubahan sosial ditantang untuk belajar dan berbagi pengetahuan dan antusiasme bersama 19 orang lainnya agar lebih memahami fenomena lingkungan yang terjadi, yang juga mempengaruhi hidup kamu dan orang-orang terdekatmu.

shortcourse

Info lebih lanjut, cek disini

#BerbagiIlmu; Belajar Bahasa Inggris di Kebun Raya Bogor

Untuk menutup kegiatan BBC di periode pertamanya, Relawan4Life dan leader dari BBC mengajak anggotanya datang ke Kebun Raya Bogor (KRB) untuk melakukan tantangan yang di berikan yaitu mampu berkomunikasi dengan orang asing, sebagaimana mengasah keberanian dan kemampuan dalam berbahasa inggris, yang dilaksanakan pada hari minggu, 03 januari 2016.

BBC adalah klub bahasa Inggris di Kp. Lengkong, Bogor, yang diasuh Relawan4Life.

Para tutor dari Relawan4Life, Rahma, Diah dan Sifu, sayangnya Mei (salah satu tutor) tidak bisa hadir karena sedang bekerja, serta di bantu oleh relawan yang lain, Rudi, Lulu, Hani dan Wulan,mendampingi 17 member BBC bermain dan belajar di Kebun Raya Bogor. Para tutor menjadikan momentum ini sebagai kegiatan penutup untuk periode pertama, dan mengajak adik-adik ini untuk ber-rekreasi di ikon kota Bogor.

Di awal periode pengajaran, 02 Agustus 2015, anggota BBC menuliskan apa harapan mereka mengikuti kegiatan les ini. Mayoritas dari mereka menyebutkan ingin bisa berbicara dalam bahasa inggris di depan umum, dan bisa berbicara dengan orang asing.

Pukul 09, semua tutor dan peserta berkumpul di dekat tugu Raffles, yang tak jauh dari pintu gerabang utama Kebun Raya Bogor (KRB). Rahma membuka acara dengan menanyakan bagaimana perjalanan mereka dari Lengkong ke kebun Raya? Ini kunjungan pertama kali ke KRB bagi sebagian orang. Untuk check semangat mereka Diah mencoba berteriak “BBC..!”, serempak mereka menjawab “Just For Fun!!” serta di lanjut dengan lagu BBC yang mereka ciptakan sendiri.

Kegiatan diawali dengan ice breaking. Ningsih, salah satu member BBC menjadi fasilitatornya. Ningsih mengajak semua memainkan tepuk energi. Rahma melanjutkan dengan mengajak semua peserta untuk bernyanyi “Banana” dengan gerakan ala banana. Dalam sekali contoh, peserta sudah bisa menghafal lirik dan gerakan banana ini. Kemudian peserta di bagi menjadi 2 kelompok. Peserta diajak bermain tebak kata, dengan empat kategori; activity, fruit, animal dan thing. Pemilihan kategori tersebut disadarkan pada hal-hal yang berkaitan dengan KRB, tempat kegatan dilaksanakan.

Dalam waktu 5 menit setiap kelompok berlomba untuk menjawab sebanyak-banyaknya kata. Peserta bergantian menebak kata dengan 4 kategori tersebut, sedangkan teman satu tim hanya boleh memberikan jawaban yes atau no dari pernyataan yang di sampaikan penjawab.

Permaianan pertama berjalan dengan seru, terutama saat kelompok 2 yang di pimpin oleh Inay bermain. Relawan pun ikut antusias dan gemes untuk ikut-ikutan menjawab. Di detik terakhir, Dewi, anggota kelompok 2 berhasil menjawab kata terakhir. Sontak semua orang bersorak, tak terkecuali kelompok lawan, yang sudah jelas kalah pada sesi games kali ini. 4-6 skor akhirnya. Rahma kembali membahas setiap kata yang disajikan dan meminta peserta untuk menjawab secara bersama-sama pengertian setiap kata, dan termasuk kategori apa kata tersebut

Komposisi kelompok diubah, meski tetap ada 2 kelompok. Kelompok 1 merupakan kelompok peserta usia sekolah dasar yang di dampingi oleh Sifu, Wulan dan Hani. Sedangkan untuk kelompok SMP dan SMA di dampingi oleh Diah, Lulu dan Rahma.

Kelompok usia SMP dan SMA, dibagi lagi menjadi dua. Setiap kelompok diberi tugas mencari narasumber orang asing dan menanyakan 10 pertanyaan yang telah disiapkan. Sebagi bukti, mereka harus berfoto dengan narasumber tersebut. Setiap kelompok anak mendapat nilai 20 poin apabila berhasil mendapatkan narasumber orang asing, dan 10 poin apabila narasumbernya orang lokal yang berbahasa inggris.

Disaat kedua kelompok sedang mencari narasumber, kelompok tingkat SD bermain komunikata. Sifu agak kesulitan karena beberapa anggota masih belum faham maksudnya dan kesulitan untuk menyebutkan ciri-ciri kata tersebut. Sehingga Sifu menggantinya dengan permaianan pesan berantai.

Yupp berhasil! permaianan berjalan seru, sampai-sampai pengunjung yang lain menonton kegitan permaianan ini, hingga akhirnya Audry, salah satu yang menonton ikut terlibat dalam permainan ini. Sifu dan Wulan menyampaikan satu kalimat kepada orang yang paling belakang dan setiap orang harus menyampaikan pesan tersebut, hingga ke orang paling depan, orang paling depan harus bisa menyebutkan kalimat tersebut dengan jelas, serta mengetahui apa arti kalimat tersebut. Menariknya permainan ini menguji listening, pronounce dan mengasah vocabulary yang mereka miliki.

Dalam waktu 40 menit, kelompok usia SMP dan SMA yang pertama, berhasil melakukan tugas dengan 2 narasumber asing dan 1 narasumber lokal.  sedangkan kelompok lainnya datang terlambat, dan hanya berhasil wawancara dengan 1 orang asing.

Sesi ini diakhiri dengan istirahat makan siang dan shalat.

Usai istirahat, peserta tingkat SD bermain di sekitar air mancur. Sedangkan kelompok SMP dan SMA, berkumpul untuk saling bercerita pengalaman selama menjalankan misi.

Kelompok petama berhasil mendapatkan narasumber asing dari Malaysia dan Filipina, serta orang lokal yang berbahasa inggris dari Depok. Mereka pernah mendapatkan penolakan dari beberapa orang, namun keramahan narasumber yang mereka dapatkan menghilangkan rasa kecewa yang mereka dapatkan, kesulitanya adalah ketika mencoba memahami jawaban yang di lontarkan karena setiap negara punya dialek yang berbeda, tidak hanya mereka yang bertanya tapi mereka juga mendapatkan beberapa pertanyaan dari narasumber. Sedangkan untuk kelompok yang kedua, mereka kesulitan untuk mendapatkan orang asing, beberapa kali mereka salah mengira, ternyata yang mereka incar adalah orang Indonesia. Namun mereka terus mencari sampai akhirnya di menit terakhir mereka berhasil menemukan pasangan orang asing, dengan senang hati mereka mau menyediakan waktu untuk ngobrol, laki-laki nya berasal dari Inggris dan perempuannya dari Indonesia. Sedikit banyak perempuan Indonesia yang bersama laki-laki dari Inggris ini membantu untuk menyampaikan maksud dari kedatangan mereka. Namun semuanya berjalan dengan lancar walaupun Kelompok yang kedua ini merasa kecewa, karena tidak menemukan banyak orang asing berlalu lalang.

Suatu kebanggan bagi mereka bisa berbicara bahasa inggris dengan orang luar negeri, dan mereka juga mengaku bahwa ini memacu mereka untuk belajar lebih giat lagi. Kegiatan ini bisa menjadi penilaian seberapa jauh kemampuan ber-bahasa Inggris mereka. Dan mereka menjadi lebih berani untuk berbicara bahasa Inggris.

Kegiatan terakhir adalah melakukan refleksi dari kegiatan seharian ini. Diah memimpin sesi di kelompok besar, dan terakhir mereka menuliskan apa yang menjadi kesan serta pembelaajaran apa yang didapatkan. Sebelum menutup acara Rahma menyampaikan informasi bahwa Kelas BBC akan di liburkan selama bulan Januari dan kembali aktif pada bulan Februari. Diah memberikan bingkisan kepada setiap tim yang memenangkan berbagai permainan yang di lakukakan hari ini.

Kegiatan di tutup dengan membaca doa dan menyanyikan lagu BBC, selebihnya waktu untuk jalan-jalan sekitar Kebun Raya Bogor.

e

Teks; Rahma Novianti

Foto; Dokumentasi R4L