Banyaknya korban di dunia akibat serangan penyakit menular Covid-19 yang dimulai sejak Desember tahun lalu membuat tingkat kekhawatiran dan kesadaran masyarakat akan kesehatan pribadi meningkat saat ini. Masyarakat cenderung panik jika mereka memiliki gejala batuk, pilek dan demam. Mereka melakukan pencegahan dengan physical distancing, berhenti berkumpul dan mengenakan masker, sarung tangan saat bepergian.

Di sisi lain untuk melindungi dirinya sendiri, masyarakat juga mencoba penerapan pola hidup yang lebih sehat. Berjemur di pagi hari, serta mengkonsumsi obat-obatan dan vitamin, serta dengan berolahraga terbatas. Terkait konsumsi obat-obatan dan vitamin, tidak sedikit pengeluaran baru yang muncul dari kebiasaan ini.

Melalui kegiatan Diskusi Daring (Disaring) 2.0 ini Relawan 4 Life bermaksud untuk memberikan pandangan lain, mengenai cara-cara menjaga kesehatan daya tahan tubuh dengan menggunakan tanaman herbal sebagai alternatif obat-obatan dan vitamin buatan. Tanaman herbal dianggap mudah didapat, memiliki efek samping yang kecil (bila dibanding obat dan vitamin buatan) dan murah harganya. Memiliki pengetahuan akan kesehatan dan pengobatan herbal dapat membantu seseorang untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

Disaring 2.0 kali ini dilaksanakan pada Rabu, 29 April 2020, dipandu oleh Ali Aljihad, yang merupakan bagian dari Relawan 4 Life, dan seorang narasumber yang merupakan praktisi Traditional Chinese Medicine (TCM) yang menggunakan tanaman herbal sebagai obat, yaitu Albertus Prasasti Baroto, yang dikenal dengan panggilan Tito. Secara garis besar, narasumber menerangkan mengenai definisi kesehatan, pentingnya mengetahui jam piket organ, serta pengobatan melalui tanaman-tanaman herbal tertentu yang banyak di sekitar kita.

Pada pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa menurut pengobatan tradisional cina pada dasarnya semua orang bisa sehat tanpa menggunakan obat-obatan ataupun vitamin, karena tubuh manusia sudah memiliki antibodi. Selain itu, terdapat sejumlah hal yang harus diperhatikan dari dalam tubuh manusia itu sendiri, yang secara biologis kerap dikenal dengan sebutan “jam piket organ”. Berikut adalah jam piket organ menurut Tito.

WhatsApp Image 2020-05-01 at 11.38.45

 

Selain praktisi pengobatan tradisional cina,Tito juga mendalami ilmu meramu tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat. Terdapat empat inti tanaman herbal yang dapat mengembalikan fungsi tubuh dan menjaga tubuh tetap sehat, yaitu :

  1.       Mengkudu

Mengkudu dapat memperbaiki sistem pencernaan tubuh manusia, sehingga dapat berdampak secara langsung kepada metabolisme tubuh dan juga regenerasi sel dalam tubuh.

  1.       Temulawak

Temulawak dapat digunakan untuk menjaga kesehatan liver. Terlebih tanaman Temulawak merupakan salah satu tanaman yang tumbuhnya cepat dan mudah untuk ditemukan. Tanaman ini juga berguna sebagai antibiotik loh!

  1.       Pegagan

Pegagan merupakan tanaman yang memiliki manfaat untuk ginjal. Hal ini sangat penting karena ginjal bertanggung jawab pada sistem saraf  guna mengatur pembentukan sel-sel darah.

  1.       Meniran

Meniran mampu meningkatkan imunitas seseorang, bahkan mampu menahan penyakit HIV pada angka 70 – 75%. Memiliki unsur diuretic yang dapat menambah kecepatan sistem sekresi, salah satunya adalah pembentukan urin. Meniran dapat memaksa tubuh untuk mengeluarkan keringat sebagai media untuk mengeluarkan kotoran-kotoran dalam tubuh.

Setelah materi selesai dipaparkan, moderator memberikan kesempatan kepada beberapa peserta untuk bertanya. Adapun beberapa pertanyaan yang diajukan, beserta jawabannya adalah sebagai berikut:

  • Antara herbal dan buah-buahan lebih bagus mana untuk dikonsumsi? Karena ada yang memiliki manfaat yang sama

Narasumber menjawab bahwa  bahwa unsur-unsur vitamin dan mineral dalam buah-buahan sangat bagus dan menunjang unsur sehat. Sedangkan untuk menunjang organ tubuh lebih baik mengkonsumsi herbal. Untuk menjaga kesehatan tentu perlu dikombinasikan keduanya.

  • Tanaman obat apa yang bagus di tanam dengan media hidroponik?

Narasumber menjawab bahwa tanaman yang bisa tumbuh di media hidroponik adalah monokotil atau berbiji tunggal seperti temulawak, pegagan, meniran. Mengkudu tidak bisa, karena mengkudu memiliki biji yang bercabang dan berakar tunggal.

Pertanyaan-pertanyaan lain juga dijawab oleh narasumber sesuai dengan keahliannya. Terlihat bahwa peserta cukup antusias dalam membahas materi dilihat dari jumlah pertanyaan yang muncul pada sesi tanya jawab.. Untuk menebus keingintahuan peserta,narasumber memberikan penjelasan bahwa yang bersangkutan bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab pada diskusi ini lewat media lain, seperti WhatsApp.

Diskusi ini dilakukan di rumah masing, menggunakan aplikasi Zoom. Kegiatan yang diinisiasi oleh Relawan 4 Life ini, diikuti oleh 22 orang, yang terdiri dari 12 orang perempuan dan 10 orang laki-laki, dengan latar belakang yang berbeda, seperti mahasiswa dan pelajar sekolah menengah. Relawan 4 Life merupakan sebuah gerakan anak muda yang didirikan dan difasilitasi oleh RMI sejak tahun 2015.

Untuk mengetahui materi dan rekaman dari kegiatan Disaring 2.0, pembaca dapat mendownload dari llink berikut ini:

https://drive.google.com/open?id=11PuaBYdy8A_gqiEjazgS72guR4IM4syf

Penulis: Nadira Siti Nurfajrina

Editor: Siti Marfu’ah

Satu respons untuk “Disaring 2.0 : Menjaga Kesehatan Diri Dengan Herbal, Sehat Ga Perlu Mahal !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s