#AmazingRace2016; Dibalik Layar

Waktu yang sangat terbatas menjadi salah satu tantangan panita dalam melakukan kegiatan perayaan hari bumi 2016 dengan konsep #AmazingRace. Setelah konsep selesai di kerjakan, hanya melalui media seperti e-mail dan group WhatsApp kita berdiskusi dan mempersiapkan berbagai hal. Hal yang sangat sulit untuk kami bisa duduk bersama dan membahas pesiapan ini-itu, terlebih tidak banyak dari kami yang pernah menjadi panitia atau peserta #AmazingRace. Bermodalkan saling percaya dan tidak saling mengandalkan saya mencoba membagi berbagai tugas kepada panitia.

Bisa di hitung berapa kali kami bertemu. Intensifnya hanya 1 hari sebelum hari H. Tepatnya tanggal 23 april 2016. Beruntungnya teman-teman dari RMI yang notabenenya sudah sering melakukan kegiatan ini, membantu dengan sangat maksimal. Terimakasih banyak!

Konsep “taman” ini sebenarnya berawal dari celetukan perencanaan #AmazingRace di bulan Desember 2015 lalu, sehingga taman-taman yang ada di Kota Bogor menjadi lokasi setiap misi dari permaianan ini. Referensi dari setiap misi ini adalah, #AmazingRace sebelumnya, dan Runing Man. Awalnya misi yang saya sampaikan pada panitia sudah terdengar jahat, sehingga saya rasa cukup misi di setiap pos seperti ini.

Tapi jangan salah, master games RMI, kita sebut saja inisalnya, Indra N Hatasura, merubah sedikit konsep yang sudah disampaikan pada panitia, tepat 2 hari sebelum acara dimulai. Argumennya justru berbeda 180◦ dengan panitia yang sudah mendengarkan konsepku sebelumnya.

Dua minggu sebelum acara, kami melakukan survey tempat.  Saat itu ada saya dan Lulu dari Relawan4life, Mahmud dan Erik dari RMI. kami mengunjungi taman yang jarang orang datangi, dan akhirnya kami menemukan satu taman bermain, ada ayunan, dan segala macem maenan anak-anak. Tidak ada plang nama sama sekali. Akhirnya kami tanyakan pada anak-anak yang sedang bermainan disana, mereka tak tahu apa nama taman ini, bahkan tukang warung samping taman pun tak mengetahuinya. Akhirnya kami membuat nama untuk taman ini, karena ada di jalan Ciremai Ujung, akhirnya kami beri nama Taman Ciremai Ujung. Tak ambil pusing. Setelah kami bermain ayunan, kami melanjutkan perjalanan.

Tapi sebelumnya saya ingin bercerita mengenai misi apa yang akan dilakukan setiap tim.

Pos 1; Taman Ciremai Ujung

Di pos ini, setiap tim harus menyebutkan semua nama tim sebagai kata kunci memasuki pos ini. Setiap tim akan memilih bola waktu, dimana itu merupakan waktu mereka untuk menjual stiker Trees4Life semampu yang bisa mereka jual. 1 stiker seharga Rp.5000,-. Satu stiker yang terjual sama dengan 1 pohon yang akan ditanam di area hulu DAS Cisadane. Semakin banyak stiker yang dijual semakin banyak pohon yang akan kami tanam disana, dan itupun akan menguntungkan setiap tim, kenapa ? lihat saja apa yang akan terjadi di pos 3.  Walau indonesia sangat tekenal dengan jam karetnya, kita akan lihat apakah hal itu terjadi di misi ini? apakakah peserta akan menyelesaikan misi mereka tepat waktu, atau ngaret?.Jika peserta terlambat satu menit, maka satu poin kelompok mereka akan hilang. Dan jika mereka bisa kembali ketika mereka masih memiliki waktu, maka tambahan satu poin untuk setiap menitnya.

Disini kita bisa belajar apa yang kita tanam akan kita tuai, semakin besar usaha kita menawarkan, semaikn besar peluang terjualnya, dan bahkan the power of networking  akan sangat berguna disini, dan itu terbukti pada tim Rasamla, sang Runner Up.

Misi ini merugikan tim yang datang terakhir. Karena sudah banyak yang menjual dan menawarkan hal serupa, sedangkan ruang lingkupnya disitu-situ saja, sehingga tim terakhir menjadi lebih sulit menjual stiker.

Pos 2; Taman Heulang

Hutan Kota Ahmad Yani, dan Taman Heulang adalah dua tempat yang kami kunjungi saat survey. Hanya sekedar melihat dan membandingkan 2 lokasi ini, mana yang lebih memungkinkan. Setelah sekedar berjalan berkeliling Taman Heulang dan Hutan Kota Ahmad Yani, kami memutuskan untuk menggunakan Taman Heulang. Taman ini akan jadi pos utama dalam petualangan #AmazingRace. Setelah berjalan jauh dari pos sebelumnya, disini peserta akan mendapat banyak waktu untuk beristirahat menjalankan misi.

Misi yang akan dilakukan disini adalah, memasukan koin kedalam gelas yang berada di dalam ember yang penuh dengan air. Setiap tim akan mengambil 10 koin. Jumlah koin yang tidak berhasil masuk dalam gelas, merupakan jumlah orang yang harus dicari untuk berfoto dengan papan earthday, dan wajib di posting di Instagram, Twitter, ataupun Fan page Relawan4Life dengan tagar #TreesForLife #AmazingRace2016 #Earthday #Relawan4Life. Setelah misi selesai,  mereka akan mengambil kartu baik dan jahat. Faktor keberntungan menjadi hal yang sangat menentukan. Dan disini, penjaga pos akan memberitahukan, uang hasil penjualan stiker di pos sebelumnya adalah uang yang akan digunakan tim untuk makan siang.

Membuka sepatu, menggunakan topeng kresek, tangan diikat, mendapatkan makanan, ongkos ke pos berikutnya, memberikan 20 menit pinalti pada lawan. Itu adalah isi dari kartu baik dan jahat, dimana jika tim mendapatkan kartu jahat, maka hal itu harus dilsakukan sampai di pos selanjutnya.

Pos 3; Taman Peranginan

Kami tak melakukan survey ke lokasi berikutnya, Taman Peranginan. Kami justru survey ke Taman Corat-coret yang sangat penuh dengan gambar. tak ada pohon atau apapun itu, hanya dinding dan berbagai gambar yang melekat. Tak ada yang bermain atau berfoto. Kami bergegas pergi, berharap awan masih kuat menampung titik-titik air di langit. Sore itu sangat mendung. Dan kami langsung meluncur ke kantor RMI. Dan benar saja, kami berpacu dengan hujan yang tiba-tiba besar. Saya menunduk untuk melindungi kamera, dan lucunya adalah berbeda blok hujan tak lagi turun. Saya hanya tertawa, ini layaknya melewati air terjun. Dan tak lama hujan benar-benar turun merata. Beruntung menggunakan kerudung, karena dengan kerudung ini kami berhasil menjauhkan kamera dari air hujan, walau punggung kami basah kuyup.

Tak perlu survey, akhirnya kami memutuskan untuk meletakan pos berikutnya di Taman Peranginan, tidak di Taman Corat-coret. Pos ini merupaka pos sesat, karena disini peserta harus menjawab pertanyaan, dan memastikan jawaban tersebut benar atau salah dengan cara mengunjungi suatu tempat. Dan disinilah penukaran poin terjadi.

Setiap kali menyelesaikan misi di setiap pos, tim akan mendapatkan amazing card yang berisi poin dan  petunjuk lokasi berikutnya. Poin setiap timnya dalam setiap misi akan berbeda, tim yang berhasil menyelesaikan misinya pertama kali akan mendapatkan poin terbesar yaitu 10, dan kelompok dibelakannya akan mendapatkan 2 point lebih kecil, dan begitupun seterusnya.

Di pos inilah saatnya menggabungkan semua point dari semua misi. Dan saatnya belanja, ada banyak produk yang ditawarkan, mulai dari makanan, minuman, ongkos untuk sampai ke lokasi berikutnya, memberikan pinalti kepada lawan, dan pohon. Ini sangat menguntungkan tim dengan perolehan poin terbanyak. Dia bisa membeli banyak produk, dan bisa sampai ke pos berikutnya dengan cepat.

Pos 4; Taman Malabar

Lokasi berikutnya adalah Taman Malabar. Disini peserta hanya perlu menemukan kunci rahasia dengan 3 kesempatan. Kami membuat kode pada setiap kotak harta karun. Dan jika tim membawa pohon ke pos ini , maka dia bisa mendapatkan clue bagiamana menemukan kunci yang tepat dengan gembok harta karun mereka. Awalnya kami berencana untuk membuat permaian blind lead dengan secret area. Dimana setiap box berada di lokasi yang berbeda. Namun karena waktu kedatangan tim ke pos 5 ini sudah lumayan sore, akhirnya kita bersepakat untuk membuat pos ini menjadi lebih singkat dan mudah.

Pos 6; Finish!

Inilah pos yang menentukan, pos terakhir. Kelompok yang pertama kali sampai di pos 6 ini adalah kelompok yang menjadi pemenang, hanya ada 2 tim yang akan dinobatkan sebagai juara #AmazingRace kali ini.

 

Di Balik Layar

H-1 kami bekerja keras menyiapkan banyak hal. Rasanya semua pekerjaan berpuncak di hari ini. Mulai dari mematangkan konsep, berbagi tugas dan menyiapkan alat. Saya percayakan pada semua. Tapi sayang, masih banyak hal yang belum selesai sampai beberapa orang panitia sudah pulang. Saya harus cek lokasi untuk bahan soal sebelum langit gelap. Dengan motor, kami berkeliling sekitar Bogor Baru, kita-kira apa yang akan dijadikan sebagai misi jawaban di pos satu. Kami memelankan motor, berharap sesuatu yang mencolok dan spesifik. Akhirnya kami menemukan nomor rumah dengan nama  pemiliknya, dan no telfon badut yang berada dekat dengan papan Kantor Pos.

Saatnya ke arah Tegal Lega. Sayang motor kami mogok, dan akhirnya kami hanya nongkrong menunggu tukang las menyelesaikan tugasnya, dan menunggu bala bantuan dari relawan yang ada di kantor. Datanglah Aep, kami pergi ke daerah Tegal Lega. Sebenarnya asal saja saya memutuskan dokter Syafiq saja, saya mencatat segala macam tulisan yang ada di plang Dokter Gigi ini.

Lanjut ke Daerah Taman Bogor Baru. Disini saya bingung karena tak ada hal yang spesifik, dan tak ada yang mencolok, akhirnya saya menemukan hal menarik di salah satu rumah yang sedang ramai, saya menemukan relief 2 orang yang sedang sila di tembok depan rumah mereka. Kami memberhentikan motor, untuk sekedar berdiskusi dan menuliskan nomor rumah tersebut, tapi sepertinya sang pemilik rumah curiga, dia terus melihat ke arah kami. Tak ambil pusing kami langsung pergi ke arah yang berlawaan, mesjid ini bisa jadi misi, kami memutuskan untuk menjadikan jumlah belah ketupat di pintu mesjid sebagai jawaban misi kali ini.

Survey selesai, saatnya menentukan pertanyaan, dan luas wilayah TNGHS menjadi pertanyaan di pos ini, saya tak memikirkan apapun. Karena TNGHS adalah wilayah belajar RMI, maka itulah hal yang tiba-tiba muncul malam itu. Kami para panitia yang menginap benar-benar malam mingguan di kantor, berusaha agar tak satupun kami lupakan, karena besok pagi kegiatan sudah dimulai. Tidak hanya panitia kali itu yang di sibukan, tapi peserta dari Ciwaluh, Dewi dan Neng juga kami repotkan untuk membantu menyiapkan beberapa alat. Tulis, print, gambar, gunting, lem, buat dan segala macam kami lakukan malam itu. Syukurlah kami para perempuan hanya bisa bertahan sampai jam 01.00 entah panitia laki-laki sampai jam berapa mereka meyelesaikan segala persiapan.

Saya salut dengan semua panitia. Mereka benar-benar bekerja keras. Dan pagi hari kami siap melakukan berbagai aktivtias di setiap posnya. Pada hari H, sudah ku percayakan pada semua orang.

Walau ada kesal, capek tapi jadi panita #AmazingRace kali ini sangat menyenangkan. Karena bisa lebih mengenal teman-teman relawan lebih dekat lagi. Saya pribadi mendapakan banyak pembelajaran terutama masalah manajemen. Ini dia kekuatan dari pengalaman. Selalu ada pembelajaran yang bermanfaat.

aabbddee

 

Teks: Rahma Novianti

Foto: Amanda So & Fahmi Rahman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s